Artikel Forex
Syaifullah Chattar

Syaifullah Chattar


CEO & Founder OmahForex, memulai trading forex pada pertengahan tahun 2005 .

Share

[ssba]

Tingkatan Level Forex Trader

Tahukah anda bahwa 90% trader pemula mengalami kerugian bahkan ada yang sampai bangkrut total dan tidak mau mengenal lagi dengan bisnis forex trading saking kapoknya. Jadi hanya 10% saja yg bisa melanjutkan ke tingkatan level berikutnya . Tahukah anda apa yang menyebabkan mereka rugi dan bangkrut, tidak lain adalah kurangnya pengetahuan tentang bisnis forex. Banyak yang mengira bahwa forex trading merupakan jalur ceat menjadi kaya raya. Tapi realitanya sebenarnya tidak semudah yang diduga. Karena mereka harus berhadapan dulu dengan berbagai rintangan yang cukup berat seperti nafsu, kemalasan, keserakahan, ketakutan dll. Yang ternyata rintangan ini umumnya berasal dari dalam diri sendiri. Sehingga sebenarnya tinggal diri anda sendirilah yang menentukan apakah anda masuk trader yang 90% atau trader yang 10 %.

Untuk itulah anda perlu tahu sekarang anda trader level berapa agar bisa mengukur kemajuan Anda agar menjadi sukses berbisnis di Forex Trading. Coba baca dan simak baik-baik level trader di bawah ini…. :

Level 1 Unconscious Incompetence
Begitu anda menyetujui agreement trading dan memiliki akun trading pertama kalinya di suatu broker forex, maka di level inilah Anda berada. Anda menjadi trader karena mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi dengan demo akun anda telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya bisnis ini?
Anda mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. Anda pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indikator saja, atau bahkan hanya dengan insting (baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh Anda bisa profit.

Namun sayangnya, kemudian market akan mengalahkan Anda. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri Anda, Anda mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan?

Anda sama sekali tidak menyadari bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tetap mengira Anda bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit?).

Anda tetap mengira bahwa Anda adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan Anda tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Anda tidak mempunyai sistem yang komplit, Anda dikuasai oleh emosi Anda, Anda selalu averaging posisi jika loss karena Anda ANGER (marah) pada market, Anda selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena Anda dikuasai oleh GREED (keserakahan), Anda tidak pernah trading karena Anda takut/FEAR. Anda membiarkan diri Anda dikuasai oleh emosi sehingga margin equity Anda menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya omong kosong belaka. Sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. Dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.

Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. Lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri. Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang. 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2 Conscious Incompetence
Di level ini Anda sadar bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan Anda tahu solusinya, Anda sadar bahwa selama di level 1 pikiran Anda dikaburkan oleh emosi Anda sehingga Anda tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini Anda akan mencari holy grail (system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), Anda mulai membeli system yang ada di internet, Anda membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, Anda baca semua ebook yang ada, Anda praktekan semua system yang Anda peroleh, Anda haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini Anda akan membaca semua detail tentang indikator, Anda akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan Anda mungkin akan membuat indikator sendiri (biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), Anda akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Anda tahu bahwa market terlalu rumit untuk di prediksi hanya dengan 1 indicator saja, Anda tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. Anda tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
Anda akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. Anda akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. Karena Anda tahu kalau Anda tidak bertanya sekarang maka selamanya Anda tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini Anda akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian Anda. Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3 The EUREKA Moment
Pada akhir level 2, Anda akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Anda menyadari bahwa Anda bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika Anda bisa menggunakan kepala Anda dan money management yang benar.
Anda mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak Anda menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian. Anda mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter Anda, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli. Anda mulai trading jika Anda tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, Anda hanya trading jika ada signal dari system Anda, Anda selalu menggunakan stoploss, karena Anda tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading. Ketika stoploss Anda kena, Anda tidak emosi karena Anda tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan Anda. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena Anda tahu system Anda itu system yang profit.

Anda secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management Anda. Dan kedisiplinan Anda untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Anda mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan Anda 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan Anda memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu Anda memang belum siap namun sekarang Anda siap.

Di level pencerahan, otak Anda akan menerima bahwa Anda tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa. Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4 Conscious Competence
Oke, Sekarang Anda hanya trading jika dan hanya jika system Anda memberi signal. Anda cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena Anda tahu system Anda akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang Anda lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account Anda.

Di level ini Anda memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah Anda mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, Anda meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu Anda lakukan.

Anda memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system Anda, menguasai emosi Anda, dan melaksanakan money managemen yang Anda pegang. level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan. Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 Unconscious Competence
Nah sekarang Anda sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini Anda bisa trading secara alami, Anda telah menguasai semuanya, Anda bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, Anda telah open di posisi yang benar, jadi Anda tinggal melihat profit Anda bergerak dari 2 digit ke 3 digit. Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, Anda telah menguasai emosi Anda dan kini Anda trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang Anda peroleh.

Anda akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda kenal dengan pertanyaan mereka, karena Anda ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.

Anda akan memberikan saran bagi mereka, namun Anda tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1. Anda tidak akan mempunyai masalah financial lagi, Anda mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, Anda bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, Anda bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Anda mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, Anda bisa membuat buku sendiri, Anda bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account Anda akan berlipat-lipat dari account awal. Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini. Bila anda di level ini Anda bisa dengan bangga berkata “ SAYA SEORANG TRADER“.

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.