Berita Forex
Azzahra Alya Nabilah

Azzahra Alya Nabilah


Support OmahForex, memulai trading pada awal tahun 2012

Share

[ssba]

Awal Pekan, Rupiah Diperkirakan Konsolidasi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (23/9) diprediksi konsolidasi. Pasar mulai mengkhawatirkan proses negosiasi utang AS. Potensi konsolidasinya rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh pasar yang agak khawatir menjelang dimulainya negosiasi batas atas utang AS (debt ceiling) yang deadline-nya 1 Oktober 2013. Seharusnya, tanggal 30 September sudah ada solusi atas kenaikan bata atas utang AS itu.  Karena itu, rupiah akan bergerak konsolidasi dalam kisaran Rp  11.270 hingga Rp 11.400 per dolar AS.

Sejauh ini, Partai Republik tetap bertahan untuk memangkas anggaran demi meloloskan anggaran pemerintah AS itu.  Tapi, Presiden Obama tidak suka dengan proposal yang diajukan oleh Partai Republik karena jenis pendanaan yang didapat, bersifat sementara.  Jadi, kalaupun kenaikan batas utang diloloskan, Desember mendatang harus kembali negosiasi antara pemerintah, dengan Kongres dan Senat AS.  Jika AS tidak menaikkan batas utang, pemerintah akan kesusahan untuk mendapatkan pendanaan untuk membiayai pemerintahannya.

Selain itu,  negosiasi kenaikan utang itu diloloskan oleh Kongres dan Senat AS. Masalahnya, pasar tidak suka dengan proses negosiasi yang terlalu berlarut-larut dan didramatisasi sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar.  Meskipun probabilitas terbesarnya adalah diloloskan.  Obama dan Partai Republik akan mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Proses negosiasi itu akan cukup alot dan menimbulkan risiko pasar di AS.

Karena itu, rupiah hanya akan melaju netral seiring, di sisi lain, berkurangnya kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus (tapering) The Fed.  Pasar sudah cukup senang dengan penundaan stimulus.  Konsolidasi  rupiah juga dipicu oleh pasar yang masih mencerna hasil pemilu di Jerman kemarin.  Kemungkinan tidak ada partai yang menang signifikan meskipun Angela Merkel masih bisa mempertahankan posisinya sebagai kanselir Jerman. Hanya saja, Angela harus menyusun koalisi pemerintahan.

Di sisi  lain, rangkaian data manufaktur global yang akan dirilis Senin ini, akan memberikan sentimen positif.  Mulai dari indeks manufaktur China versi HSBC yang sebelumnya dirilis 50,1 untuk preliminary.  Data manufaktur global, pemilu Jerman dan negosiasi debt ceiling AS menjadi topik awal pekan ini. Nanti siang akan dirilis indeka manufaktur zona euro. Angkanya sudah diprediksi naik dari 51,4 menjadi 51,7.  Indeks Manufaktur Jerman sudah diprediksi naik dari 51,8 menjadi 52,2. Begitu juga dengan indeks manufaktur Perancis yang diprediksi naik dari 49,7 menjadi 50.

Membaiknya kondisi manufaktur di zona euro seharusnya bisa memberikan sentimen positif.  Untuk diketahui, kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (20/9) ditutup melemah 78 poin (0,69%) ke posisi Rp 11.355-11.370. [geng]

Sumber: Financeroll.co.id

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.