Berita Forex

BOJ Pertahankan Jumlah Stimulus Pada Rekornya

Bank of Japan pertahankan jumlah pelonggaran yang berada pada rekornya, seiring meningkatnya kenaikan harga telah menandai ada kemajuan dalan upaya untuk akhiri deflasi yang sudah berlangsung selama 15 tahun.

Gubernur Haruhiko Kuroda dan para dewan pertahankan janjinya untuk memperluas basis moneter pada tingkat tahunan sebesar 60 triliun sampai 70 triliun yen ($671 milyar) pada hari ini setelah pertemuan selama dua hari di Tokyo, ini sejalan dengan perkiraan dari semua terhadap 36 ekonom yang di survey oleh Bloomberg News. BOJ pertahankan perkiraan untuk inflasi inti yang akan mencapai level 1.9% dalam tahun fiskal yang di mulai bulan April 2015, di luar dampak dari kenaikan pajak penjualan.

Dengan ukuran inflasi yang saat ini berada lebih dari setengah dari target 2 persen, para analis dari HSBC Holdings Plc dan Daiwa Securities Co. telah mendorong kembali perkiraan untuk kapan bank sentral mungkin akan menambah jumlah pelonggarannya. Kuroda dan para pembuat kebijakan mungkin akan menunggu untuk menilai tren upah dan dampak dari kenaikan pajak di bulan April sebelum memutuskan untuk menambahkan stimulus.

“BOJ tidak perlu bertindak saat ini,” kata Naoki Murakami, kepala analis di Monex Inc, di Tokyo dan mantan ekonom di Goldman Sachs Group Inc. sebelum di rilis keputusan pada hari ini. “Inflasi akan datang bersamaan sejalan dengan perkiraan mereka.”

Harga konsumen di luar makanan segar naik sebesar 1.2% di bulan November dari setahun yang lalu, laju tercepat sejak 2998 dan mendekati target 2% yang di tetapkan setahun yang lalu. Untuk kuartal akhir 2013, para analis perkirakan inflasi akan berada di tingkat 1.1%, menurut survey terpisah, hampir tiga kali lipat dari perkiraan ekonom yang menyerukan kenaiakan 0.4% dalam survey di bulan April pada tahun lalu. ?

(fsyl)

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.