Berita Forex
Azzahra Alya Nabilah

Azzahra Alya Nabilah


Support OmahForex, memulai trading pada awal tahun 2012

Share

[ssba]

Data Ekonomi Amerika Serikat Membaik, Rupiah Diperkirakan Landai

Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (25/9) diprediksi melandai. Positifnya data-data Amerika Serikat (AS) memicu spekulasi pengurangan stimulus The Fed.  Hari ini Kamis ini kemungkinan rupiah masih akan tertekan. Sebab, pasar sudah mendapatkan data ekonomi AS yang cukup positif semalam.

Data-data tersebut antara lain, durrable goods order dan new homes sales yang sudah diprediksi membaik.  Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran Rp 11.500 hingga Rp 11.600 per dolar AS.  Pesanan barang tahan lama AS sudah diprediksi membaik dari -7,4% menjadi 0%. New home sales AS sudah diprediksi naik dari 394 ribu menjadi 420 ribu.  Kondisi ini tentu akan memberikan bukti tambahan terhadap perbaikan ekonomi AS dan akan mendorong The Fed untuk mengurangi stimulus tahun ini.

Begitu juga dengan data-data AS yang akan dirilis Kamis ini. Terutama, data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang sudah diprediksi direvisi naik menjadi 2,6% dari publikasi sebelumnya 2,5%.  Ini juga akan memberikan bukti tambahan akan perbaikan kondisi ekonomi di AS.  Jika perbaikan ekonomi AS tidak signifikan, bisa saja justru memicu hasrat pasar atas aset-aset berisiko.

Jika data PDB AS lebih bagus dari prediksi analis, kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran pasar atas potensi penarikan stimulus.  Apalagi, pekan depan pasar akan mendapatkan data tenaga kerja AS yang akan mendapatkan perhatian utama dari pasar.  Kamis ini juga, AS akan merilis data klaim pengangguran dan pending home sales. Meski angka klaim pengangguran diprediksi meningkat, tapi fokus pasar lebih tertuju pada data PDB.  Klaim pengangguran AS diprediksi naik dari 309 ribu menjadi 325 ribu. Di sisi lain, Data pending home sales juga diprediksi membaik dari -1,3% menjadi -1%.

Dari dalam negeri, pekan depan banyak agenda ekonomi yang akan berpengaruh ke pasar sehingga rupiah masih cenderung sideways karena sikap wait and see dari pasar.  Tapi, terlihat tekanan pelemahan pada rupiah masih akan terjaga.  Untuk diketahui, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank  Jakarta, Rabu (26/9) ditutup melemah 90 poin (0,78%) ke posisi Rp 11.550-11.555. [geng]

Sumber: Financeroll.co.id

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.