Berita Forex
Financeroll

Financeroll


Financeroll adalah website yang menyediakan informasi mendalam tentang dunia investasi, keuangan , saham dan komoditi

Share

[ssba]

Data Non-Farm Payroll Batal Dirilis, Rupiah Diperkirakan Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (4/10) diprediksi menguat terbatas. Mandeknya pemerintahan AS jadi katalis. Karena pemerintahan AS masih lumpuh (shutdown) data non-farm payrolls AS yang seharusnya akan dirilis hari ini batal. Karena itu, masih ada potensi pelemahan dolar AS sehingga rupiah masih potensial untuk menguat terbatas.

Terlebih,  dolar AS juga mendapat tekanan negatif dari kemungkinan penundaan reduksi (tapering) stimulus The Fed. Sebab, tidak ada acuan data tenaga kerja yang seharusnya dirilis Jumat ini. Karena itu, rupiah berpeluang menguat terbatas dalam kisaran Rp 11.560 hingga Rp 11.450 per dolar AS.  The Fed kemungkinan baru akan mengurangi stimulus pada Desember 2013.  Tapi, karena tidak ada data, pasar tidak berekspektasi The Fed akan menjalankan reduksi stimulus dalam waktu dekat.

Meski  demikian,   penguatan rupiah akan terbatas. Sebab, pasar masih menunggu Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.  Setelah data inflasi dan surplus neraca yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pekan ini cukup positif, masih ada kemungkinan BI justru berbalik arah setelah menaikkan suku bunga secara agresif hingga 7,25%.  Saat pertumbuhan Indonesia mulai positif dan inflasi mulai menurun, ada potensi suku bunga kembali dipangkas.  Lalu, bisa saja pemerintah juga mengumumkan paket kebijakan ekonomi terbaru Oktober ini untuk membatasi pertumbuhan impor khususnya untuk barang mewah.

Pada saat yang sama, ada peluang kebijakan untuk mendongkrak aktivitas investasi.  Hal-hal tersebut masih ditunggu pasar. Paket kebijakan ini masih berupa ekspektasi.  Jika ada pengumuman lebih lanjut,   baru akan ada katalis positifnya. Perlu dilihat  sikap BI apakah akan memberikan sinyal adanya kemungkinan menurunkan suku bunga setelah kondisi ekonomi mulai membaik.  Hanya saja, tekanan negatif terhadap rupiah sebenarnya belum pudar.  Terutama, jika nantinya The Fed memulai tapering-nya.

Permintaan dalam negeri yang cukup moderat dan adanya upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga supaya tidak terjadi inflasi, nilai tukar secara keseluruhan stabil di area saat ini dan terkonsolidasi.  Soal shutdown AS, ada probabilitas untuk terjadinya kesepakatan yang menyatu dengan kenaikan plafon utang AS.  Beberapa pejabat dari Partai Republik mulai mengindikasikan mengendurkan keinginan untuk menunda atau mungkin menghentikan program Obama’s Care sehingga program ini kemungkinan tidak ditunda.

Sebelumnya, proposal Partai Republik ingin menunda pelaksanaanya setahun sehingga menyebabkan kebuntuan di antara Kongres dan Senat.  Saat ini, partai Republik sudah mengurangi proposal tersebut sehingga pada akhirnya bisa mencapai kata sepakat.  Untuk diketahui, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (3/10) ditutup menguat 5 poin (0,04%) ke posisi Rp 11.515-11.540. [geng]

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.