Berita Forex
Financeroll

Financeroll


Financeroll adalah website yang menyediakan informasi mendalam tentang dunia investasi, keuangan , saham dan komoditi

Share

[ssba]

Government Shutdown AS Berlanjut, Rupiah Diperkirakan Bergerak Datar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (9/10) diprediksi mendatar seiring berlanjutnya government shutdown AS.  Potensi mendatar (sideways)-nya nilai tukar rupiah Rabu ini, salah satunya dipicu oleh dolar AS yang seharusnya mengalami penguatan.

Selain itu,  shutdown pemerintah AS sudah berlanjut memasuki pekan kedua. Sebelumnya, sudah terjadi 17 kali shutdown. Hanya saja, secara rata-rata berlangsung pendek, maksimal 7 hari.  Karena itu, rupiah berpeluang mendatar, sideways dalam kisaran Rp 11.470 hingga 11.550 per dolar AS.  Shutdown sekarang ini lebih lama dibandingkan rata-rata durasi suhtdown sebelumnya.  Kondisi ini menyebabkan aksi hindar risiko di pasar sehingga menjadi tekanan negatif bagi rupiah.

Di sisi lain, penguatan dolar AS terhadap rupiah juga terbatas. Sebab, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan adanya proykesi positif terhadap penyusutan defisit current account.  Lalu, dipertahankannya BI rate di level 7,25% juga seharusnya bisa menopang penguatan rupiah.  Tapi, penguatan rupiah juga terbatas karena faktor ketidakpastian eksternal itu yang menyebabkan investor memburu dolar AS.  Pasar akan bersikap wait and see hingga ada kepastian baik dari sisi shutdown maupun debt ceiling AS.

Sementara itu, China mengalami perlambatan industri jasa ke bawah estimasi sehingga ini juga menambah sentimen negatif di pasar.  Selama berlangsung shutdown AS, data-data penting yang seharusnya dirilis batal seiring penghentian layanan operasi pemerintah sehingga menjadi minim acuan di pasar.

Akibatnya, para investor juga tampak kebingungan. Tapi,   ada harapan kesepakatan terjadi pada menit-menit terakhir. Sentimen anti-dolar AS pun menjadi terbatas seiring harapan terhindarnya AS dari gagal bayar.  Hanya saja, ketidakpastian ini memicu aksi hindar risiko. Sebelum hari libur Columbus Days AS pada 14 Oktober 2013, diharapkan akan ada kesepakatan. Sebab, setelah 14 Oktober merupakan masa reses parlemen AS. Pasar berharap sebelum tanggal tersebut, kesepakatan bisa dicapai.

Namun demikian, jika yang terjadi sebaliknya di mana ketidakpastian berlanjut, masih ada risiko tekanan negatif pada berbagai mata uang berimbal hasil tinggi dan aset-aset di negera berkembang yang underperform. Rupiah juga akan terdampak negatif.  Untuk diketahui, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (8/10) ditutup menguat tipis 5 poin (0,04%) ke posisi Rp 11.505-11.525. Level terlemah Rp 11.540 dan terkuat 11.505. [geng]

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.