Berita Forex
Azzahra Alya Nabilah

Azzahra Alya Nabilah


Support OmahForex, memulai trading pada awal tahun 2012

Share

[ssba]

Masih Fokus Pada Kebijakan The Fed, Rupiah Diperkirakan Konsolidasi

Financeroll – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (17/9) diprediksi konsolidasi. Pasar cemaskan rapat The Fed Kamis ini.  Potensi konsolidasinya rupiah Selasa ini salah satunya karena nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara berkembang masih terus menguat. Hal ini dipicu oleh perbedaan proyeksi pertumbuhan ekonomi antara negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang dibandingkan dengan pasar emerging market.

Khusunya negara-negara berkembang yang mengalami masalah seperti komposisi penumpukan utang, kombinasi masalah struktural dan politik yang akan dihadapi.  Karena itu, Selasa ini kemungkinan rupiah akan konsolidasi dalam kisaran Rp 11.450 hingga Rp 11.100 per dolar AS.  Semua itu, menyebabkan adanya kerentanan nilai tukar di negara berkembang.  Kemudian pengurangan stimulus moneter dan fiskal setelah berakhirnya krisis dan juga ketidakseimbangan ekonomi lainnya di negera-negara berkembang.

Pasar juga masih cemas menanti rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu-Kamis (19/9). Karena itu, arah rupiah masih belum jelas hingga rapat FOMC itu. Sementara itu, dari AS pun cukup minim data Selasa ini.  Karena itu, pasar akan terkonsolidasi atau bergerak dalam kisaran trading yang cukup sempit sambil menunggu hasil rapat FOMC Kamis dinihari.  Setelah kecemasan stimulus berakhir, isu pasar akan bergeser pada normalisasi kebiajakan The Fed yang nantinya akan menjadi fokus.

Saat ini pasar memang mengantisipasi adanya peluang normalisasi suku bunga The Fed itu dalam periode 3,5 tahun. Tapi, bisa terjadi kejutan jika ternyata, The Fed mengindikasikan kenaikan suku bunganya pada 2015 atau menjadi lebih awal dari proyeksi sementara ini.  Efeknya diantisipasi mulai sekarang meskipun baru diimplementasikan pada 2015 atau 2016.  Saat ini, suku bunga acuan The Fed masih 0-0,25%. Tapi, para pelaku pasar mulai coba mengantisipasi. Jika nanti mayoritas anggota FOMC mengindikasikan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahap pertama 2015, bisa menyebabkan pelemahan dolar AS untuk sementara.

Jika ternyata lebih awal, misalnya 2014 justru akan menopang penguatan dolar AS terhadap rupiah.  Sedangkan sentimen dari dalam negeri masih minim.  Kemarin dirilis data penjualan motor tahunan yang mengalami kejatuhan jadi 1,98% dari publikasi sebelumnya 9,5%. Data ini menunjukkan indikasi perlambatan permintaan domestik Indonesia yang cukup signfikan.   Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (16/9) ditutup melemah 30 poin (0,26%) ke posisi  Rp 11.410-11.425. [geng]

Sumber Berita: financeroll.co.id

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.