Berita Forex
Financeroll

Financeroll


Financeroll adalah website yang menyediakan informasi mendalam tentang dunia investasi, keuangan , saham dan komoditi

Share

[ssba]

Rabu Siang, Rupiah Bergerak Menguat ke Level Rp 11.510 / USD

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI),  mata uang domestik hari ini bergerak ke  level Rp 11.510/USD, dengan kisaran Rp 11.510-11.513/USD. Posisi ini menguat dibanding sore kemarin di level Rp 11.515/USD. Dipertahankannya BI rate di level 7,25 persen kurang memberikan amunisi bagi rupiah. Namun, BI menilai keputusan tersebut bisa meredakan tekanan pada makro ekonomi Indonesia.  Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada sore kemarin di level Rp 11,538/USD atau melemah dibanding hari sebelumnya di level Rp 11.532/USD.

Merujuk  nilai kontrak forwards,  rupiah mencatatkan pelemahan terbesar dalam sepekan terakhir. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.53 WIB, nilai kontrak forward rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan melemah 0,3% menjadi Rp 11.329 per dollar AS. Ini merupakan pelemahan terbesar sejak 30 September lalu.

Merujuk nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi hingga siang ini, bergerak melemah sebesar 21 poin menjadi Rp 11.195 dibanding sebelumnya (8/10) di posisi Rp 11.174 per dolar AS.  Mata uang rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah sebesar 21 poin didorong pelaku pasar yang masih khawatir terhadap kondisi AS terkait belum adanya kesepakatan untuk menaikan batas atas utangnya. Tercatat, nilai kontrak offshore ini lebih premium 1,9% dibanding nilai tukar rupiah di pasar spot. Asal tahu saja, hari ini, rupiah di pasar spot melemah 0,2% menjadi 11.540 per dolar AS.  Dalam sepekan terakhir, pergerakan rupiah di pasar spot bergerak di kisaran 11.490-11.575 per dolar.  Salah satu faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah adalah kecemasan akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang akan memukul tingkat ekspor Indonesia. Pada Agustus lalu, penurunan tingkat ekspor Indonesia memasuki bulan ke 17. Selain itu,  Badan Moneter Indonesia (IMF) memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 2,9% dari proyeksi sebelumnya 3,1%. Selain itu, IMF juga memangkas outlook pertumbuhan China menjadi 7,3% pada tahun depan dari sebelumnya 8,2%. Seperti yang diketahui, China merupakan pasar ekspor terbesar untuk Indonesia. Ketidakpastian ekonomi global menekan rupiah karena outlook ekspor yang negatif. Rupiah akan stabil mendekati ekuilibrium baru karena baik bank sentral dan pemerintah terlihat cukup nyaman dengan posisi rupiah saat ini yang membatasi impor. [geng]

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.