Berita Forex
Azzahra Alya Nabilah

Azzahra Alya Nabilah


Support OmahForex, memulai trading pada awal tahun 2012

Share

[ssba]

Selama Sepekan, Rupiah Menguat Tipis

Berlanjutnya program stimulus The Fed menimbulkan persepsi di pasar soal tetap banyaknya likuiditas dolar AS. Meski demikian, rupiah hanya terangkat tipis dalam sepekan terakhir.  Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia, nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir menguat 43 poin (0,37%) ke Rp 11.352 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu Rp 11.395. Level terkuat Rp 11.278 dan terlemah Rp 11.492.

Kurs  rupiah mampu menghijau meski tipis sepanjang pekan.  Meski transaksi forward rupiah pada awal pekan di pasar berjangka mengalami kenaikan, dari kurs tengah Bank Indonesia (BI) justru sebaliknya, melemah.  Meskipun telah banyak beredar kabar, pengurangan stimulus The Fed tidak akan signifikan, rupiah tetap menunjukkan sedikit pelemahan.  Pelemahan itu setelah di akhir pekan sebelumnya menguat merespons kenaikan BI rate.  Tampaknya, pelaku pasar sempat mengkhawatirkan normalisasi moneter The Fed pekan ini sehingga diperkirakan akan sulit mengsinkronisasikan dengan laju rupiah.  Pelaku pasar juga masih mengkhawatirkan perlambatan ekonomi Indonesia.

Selain itu,  laju dolar AS saat itu sedang melemah terhadap euro seiring ekspektasi membaiknya rilis investor confidence Jerman.  Status rupiah justru tetap negatif.  Tampaknya, sentimen sidang Federal Open Market Committee (FOMC) mempertakut mata uang emerging market. Laju dolar AS pun terlihat lebih tinggi dan membuat pelaku pasar tampaknya lebih banyak memegang dolar dolar AS. Kondisi itu menambah tekanan negatif bagi rupiah.

Adanya kenaikan BI rate yang terjadi di pekan sebelumnya tampaknya sudah menjadi angin berlalu karena efek positifnya kian tertutupi dengan ekspektasi keputusan jelang sidang FOMC.  Akhirnya, hasil sidang FOMC juga turut mempengaruhi positifnya laju pergerakan rupiah.  Perpanjangan stimulus The Fed dan masih bertahannya tingkat suku bunga rendah AS memberikan penilaian bahwa supply dolar AS di pasar masih akan bertambah dan akan membuat mata uang Amerika Serikat itu mengalami pelemahan. [geng]

Sumber Berita : Financeroll.com

Related Post

© 2010-2015 OmahForex Global Corp. | Rebate (Cashback) Forex.