Aussie Bullish, Di Picu Oleh Kenaikan Inflasi

Aussie Bullish pada dollar Australia, yang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk pada tahun lalu, di prediksi akan melanjutkan relinya setelah peningkatan inflasi yang mengejutkan yang memaksa para trader untuk memangkas taruhan atas pemotongan suku bunga lebih lanjut.

Di pangkasnya taruhan di karenakan harga-harga inti naik 2.6% dalam periode tiga bulan sampai bulan Desember dari setahun yang lalu, data di tunjukan kemarin, di atas titik tengah dari kisaran target Reserve Bank of Australia di antara 2 sampai 3 persen. Para trader menurunkan taruhannya atas keputusan pemangkasan suku bunga pada tanggal 4 Februasi menjadi 7 % dari 17% dan Aussie kemarin naik sebesar 9%.

Gubernur RBA Glenn Stevens saat ini harus mempertimbangkan tekanan kenaikan harga yang terlalu tinggin terhadap memburuknya pasar kerja dalam empat tahun terakhir di tengah dia berjuang untuk menaikan estimasi pertumbuhan ekonomi di tengah pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 berada di laju terlambat dalam empat tahun. Penurunan dalam investasi pertambangan dan harga komoditas telah mendorong penurunan Aussie sebesar 15 persen pada tahun lalu, penurunan terbesar di antara 10 mata uang negara maju yang di ikuti oleh Bloomberg Correlation Weighted Indexes.

“Angka inflasi dan langkah selanjutnya pada Aussie menunjukkan resiko yang sama dalam pikiran semua orang dan mereka akan memposisikan dengan cara yang sama,” kata Nader Neami, seorang analis di AMP Digital Investor di Sydney. “ Anda dapat melihat tidak hanya kenaikan inflasi yang mengejutkan namun juga angka pertumbuhan yang mengejutkan dari Australia seiring pertumbuhan global dapatkan traksinya. Sentimen bearish pada Aussie telah pergi menjauh.”

(fsyl)

Bagikan...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Tentang Penulis
FXStreet

FXStreet


FXStreet adalah penyedia berita dan analisa forex, index dan komoditi